BELAJAR DARI DURIAN

BELAJAR DARI DURIAN

Tidak semua yang berduri menyimpan bahaya. Ada kalanya, justru di balik kulit yang keras dan penuh duri, tersimpan isi yang manis, lembut, dan bernilai tinggi.

Begitulah kehidupan manusia. Jangan terburu-buru menilai seseorang dari penampilannya, karena karakter sejati tidak diukur dari apa yang tampak di luar, melainkan dari hati, integritas, dan kebaikan yang ia berikan kepada sesamanya.

Setiap buah durian dalam foto ini lahir dari proses yang panjang. Ia bertahan menghadapi panas, hujan, dan angin hingga akhirnya matang pada waktunya. Demikian pula hidup kita. Kesabaran dalam menghadapi proses akan menghasilkan buah yang membawa sukacita.

Foto ini juga memperlihatkan hasil panen yang melimpah. Kelimpahan tidak datang karena keberuntungan semata, tetapi karena kerja keras, ketekunan, dan kesetiaan merawat apa yang telah dipercayakan Tuhan. Hasil yang baik selalu diawali oleh usaha yang sungguh-sungguh.

Firman Tuhan berkata:

“Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga.” (2 Korintus 9:6)

Kiranya hari ini mengingatkan kita untuk tidak takut menjalani proses, tetap bekerja dengan jujur, serta terus menjadi pribadi yang memberi manfaat bagi orang lain. Sebab pada waktunya, Tuhan akan menghadirkan “musim panen” yang indah bagi setiap orang yang tetap setia.

By : Dr. Samarel Telaumbanua, S.PAK, M.Pd

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *