BUAH SAWO YANG MENGAJARKAN

Buah sawo dalam foto ini mengajarkan bahwa kehidupan yang bernilai sering kali tidak tampil mencolok dari luar. Kulitnya sederhana, bahkan tampak biasa. Namun ketika dibelah, tampak daging buah yang lembut, manis, dan menyegarkan. Demikian pula manusia. Nilai sejati seseorang bukan ditentukan oleh penampilan, jabatan, atau harta, melainkan oleh hati yang tulus, karakter yang baik, dan hidup yang membawa berkat bagi sesama.

Biji sawo yang hitam dan mengilap mengingatkan bahwa di balik setiap pengalaman hidup selalu ada benih harapan. Mungkin hari ini kita menghadapi lelah, kecewa, atau pergumulan. Namun jika semua itu diserahkan kepada Tuhan, Ia mampu menumbuhkan masa depan yang penuh pengharapan. Setiap air mata dapat menjadi benih sukacita, dan setiap proses dapat menghasilkan buah yang manis pada waktunya.

Firman Tuhan berkata:

“Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.”

(Amsal 4:23)

Malam ini, lepaskan segala beban yang masih memenuhi pikiran. Bersyukurlah atas setiap kebaikan Tuhan hari ini, ampunilah yang perlu diampuni, dan percayakan hari esok kepada-Nya.

Seperti buah sawo yang menjadi manis setelah matang, demikian pula hidup yang sabar menjalani proses bersama Tuhan akan menghasilkan keindahan pada waktu-Nya.

Selamat beristirahat. Kiranya damai sejahtera Kristus memenuhi hati, pikiran, dan keluarga kita sepanjang malam ini.

By : Dr. Samarel Telaumbanua, S.PAK, M.Pd

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *