DARI TANGIS MENUJU SUKACITA Bacaan: Ester 9:11–19

DARI TANGIS MENUJU SUKACITA

Bacaan: Ester 9:11–19

Kehidupan tidak selalu berjalan sesuai dengan yang kita harapkan. Ada saatnya kita berada dalam ketakutan, tekanan, bahkan menghadapi ancaman yang seolah-olah tidak mungkin dapat dilewati. Demikianlah yang dialami bangsa Yahudi pada zaman Ratu Ester. Mereka pernah hidup dalam bayang-bayang kematian karena rencana jahat Haman yang ingin memusnahkan mereka.

Namun, Tuhan tidak membiarkan umat-Nya berjalan sendirian. Melalui Ester dan Mordekhai, Tuhan membuka jalan keselamatan. Keadaan yang semula penuh ketakutan berubah menjadi kemenangan. Hari yang direncanakan menjadi hari kehancuran justru menjadi hari pembebasan, kelegaan, dan sukacita.

Ester 9:11–19 menggambarkan bahwa orang-orang Yahudi berhasil mempertahankan hidup mereka dari orang-orang yang hendak membinasakan mereka. Setelah melalui pergumulan yang berat, mereka berhenti dari peperangan dan menjadikan hari itu sebagai hari perjamuan dan kegembiraan.

Kisah ini mengajarkan bahwa kesulitan bukanlah akhir dari kehidupan. Tuhan sanggup membalikkan keadaan. Apa yang direncanakan manusia untuk mendatangkan kehancuran, dapat diubah Tuhan menjadi jalan kemenangan.
Sering kali kita hanya melihat besarnya masalah di depan mata. Kita merasa tidak memiliki kekuatan, pertolongan, ataupun jalan keluar. Namun, Tuhan bekerja dengan cara yang tidak selalu dapat kita pahami. Dia dapat memakai orang lain, keadaan, keputusan, bahkan peristiwa yang sederhana untuk menolong dan menyelamatkan kita.
Kemenangan bangsa Yahudi juga tidak datang tanpa keberanian. Ester berani mengambil risiko untuk menghadap raja. Mordekhai tetap teguh dalam keyakinannya. Bangsa Yahudi bersatu untuk mempertahankan kehidupan mereka. Dari sini kita belajar bahwa iman kepada Tuhan harus disertai keberanian untuk bertindak.

Ada waktunya kita harus bangkit dan menghadapi masalah, bukan terus-menerus bersembunyi dalam ketakutan. Kita perlu berdoa, percaya kepada Tuhan, lalu melakukan bagian kita dengan sungguh-sungguh. Tuhan memberikan pertolongan, tetapi kita juga dipanggil untuk tetap berusaha, bersatu, dan tidak menyerah.

Setelah kemenangan diperoleh, bangsa Yahudi tidak melupakan pertolongan Tuhan. Mereka merayakannya dengan perjamuan dan sukacita. Hal ini mengingatkan kita agar tidak hanya mencari Tuhan ketika berada dalam kesulitan. Ketika doa telah dijawab dan pertolongan telah diberikan, kita harus tetap mengingat Tuhan dengan ucapan syukur.

Sukacita yang sejati bukan berarti hidup tanpa masalah. Sukacita sejati lahir ketika kita menyadari bahwa Tuhan menyertai kita di tengah masalah. Kita mungkin pernah menangis, tetapi tangisan tidak akan berlangsung selamanya. Kita mungkin pernah terluka, tetapi Tuhan sanggup memulihkan. Kita mungkin pernah terancam, tetapi Tuhan dapat membuka jalan keselamatan.

Ester 9:11–19 juga mengajarkan bahwa setiap kemenangan hendaknya tidak membuat kita menjadi sombong atau membalas kejahatan dengan kebencian. Kemenangan seharusnya membawa kita kepada rasa syukur, kedamaian, dan kepedulian terhadap sesama. Orang yang pernah ditolong Tuhan seharusnya menjadi penolong bagi orang lain. Orang yang pernah dikuatkan hendaknya menguatkan mereka yang sedang lemah.

Dalam kehidupan ini, setiap orang memiliki “hari perjuangannya” masing-masing. Ada yang sedang berjuang dalam keluarga, pekerjaan, pendidikan, pelayanan, kesehatan, atau keadaan ekonomi. Ada pula yang sedang menghadapi fitnah, penolakan, dan ketidakadilan.

Firman Tuhan hari ini mengajak kita untuk tetap percaya: hari kesesakan dapat berubah menjadi hari kelegaan, hari dukacita dapat berubah menjadi hari sukacita, dan hari ketakutan dapat berubah menjadi hari kemenangan.
Jangan menyerah ketika keadaan belum berubah. Jangan kehilangan iman ketika jawaban belum terlihat. Tuhan yang menolong Ester, Mordekhai, dan bangsa Yahudi adalah Tuhan yang sama, yang tetap bekerja di dalam kehidupan kita.
Tetaplah berjalan dalam iman. Tetaplah berbuat benar. Tetaplah berdoa dan berharap kepada Tuhan. Sebab ketika waktu Tuhan tiba, kita akan melihat bahwa tidak ada air mata, perjuangan, dan kesetiaan yang sia-sia di hadapan-Nya.

Pesan:
Jangan menilai akhir kehidupan hanya dari kesulitan yang sedang kita alami hari ini. Tuhan masih bekerja. Dia sanggup mengubah tangisan menjadi sukacita, ketakutan menjadi keberanian, dan ancaman menjadi kemenangan.

Doa:
Ya Tuhan, ketika kami menghadapi kesulitan, ketakutan, dan ancaman kehidupan, ajarlah kami untuk tetap percaya kepada-Mu. Berikanlah kepada kami keberanian seperti Ester, keteguhan seperti Mordekhai, dan persatuan seperti bangsa Yahudi. Mampukan kami melihat pertolongan-Mu dan menjadikan setiap kemenangan sebagai alasan untuk bersyukur serta menjadi berkat bagi sesama. Ubahlah tangisan kami menjadi sukacita dan pergumulan kami menjadi kesaksian tentang kebaikan-Mu. Amin.

By : Dr. Samarel Telaumbanua, S.PAK, M.Pd

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *